SUKABUMI | JAWA BARAT
Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Bersama Bupati Sukseskan Hari Santri 2026, Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah Bangun Daerah
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Sukabumi menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, santri, dan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, serta berdaya saing.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2023–2028, Dr. Drs. K.H. E.S. Mubarok, M.Sc., M.M., M.Pd., yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh/Yaspida Sukabumi, bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar, menempatkan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat kebersamaan, pengabdian, dan komitmen bersama dalam pembangunan daerah.
Upacara Peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Sukabumi berlangsung di Lapang Stadion Korpri Gelanggang Cisaat, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, serta unsur ulama, tokoh masyarakat, santri, dan berbagai elemen pemerintahan.
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak seluruh santri untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui semangat gotong royong, berlandaskan nilai-nilai agama, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, dan meneguhkan komitmen dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang kita cintai,” ungkap Bupati.
Meneguhkan Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
Peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang refleksi atas kontribusi besar ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Semangat tersebut berakar pada Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam konteks kekinian, peran santri dituntut semakin luas. Santri bukan hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi pesantren, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Bupati Sukabumi menegaskan bahwa penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan akhlak mulia serta tradisi luhur pesantren.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, jujur, dan memiliki kepedulian sosial agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Sinergi PCNU dan Pemerintah Daerah
Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026 ini, sinergi antara PCNU Kabupaten Sukabumi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi pesantren terhadap kehidupan masyarakat.
Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan karakter, penguatan moral, dakwah keagamaan, sekaligus pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, perlu terus diperkuat agar pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga generasi yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
Dengan demikian, kolaborasi antara ulama, pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran PCNU Kabupaten Sukabumi dalam ekosistem pembangunan daerah juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman, penguatan nilai keislaman, dan pelestarian tradisi pesantren.
Pengukuhan Panglima Santri, Momentum Penguatan Generasi Muda
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2026 juga diisi dengan pengukuhan dan pelantikan Panglima Santri Kabupaten Sukabumi oleh Bupati H. Asep Japar.
Momentum tersebut menjadi simbol penguatan peran santri dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, mempererat persatuan, serta berkontribusi positif terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.
Santri diharapkan mampu tampil sebagai generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, terbuka terhadap inovasi, tetapi tetap kokoh memegang prinsip keislaman, kebangsaan, dan akhlakul karimah.
Peringatan Hari Santri 2026 pun diharapkan menjadi titik penguat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperluas ruang pengabdian bagi kemajuan Kabupaten Sukabumi.
Melalui semangat Hari Santri, sinergi antara PCNU Kabupaten Sukabumi dan pemerintah daerah diharapkan semakin erat, sehingga pesantren dan santri dapat terus menjadi kekuatan strategis dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan sejahtera.
Kontributor Jabar







