RIAU- SIAK Seringnya terjadi para sopir mobil tronton bermuatan cangkang hendak mau kebuton. Mobil-mobil tronton sering parkir dipinggir jalan lintas Dayun untuk memangkas muatan yang mana hasil pangkalan cangkang itu akan dijual kepada penampung dilokasi. Hal itu bukan rahasia umum lagi aktifitas itu sudah cukup lama jelas terlihat transparan baik siang dan malam,” Sabtu.23/11/2024

“Para sopir diduga meecurangi muatan disaat belum sampai ketempat penampung itu masih utuh menggunakan trepal.sampai dilokasi trepal itu dibuka akan dilakukan pemangkasan cangkang dijual kepada penampung. Tak lama para sopir memangkas muatan itu dijadikan sebagai uang masuk sopir. Anehnya apakah hal ini para perusahaan mengetau ini kecurangan para sopir.
Disaat nanti sesudah muatan dipangkas atau dijual kepada penampung.Tak lama akan disiram lagi menggunakan air agar tidak curiga muatan itu tidak berkurang karena sudah bertambah beban berat karena sudah disiram menggunakan air.
“Tujuan para sopir mobil bermuatan cangkang akan dibawa kebuton tempat stopel sebagai penampung resmi, tapi mestinya pihak pemilik usaha mobil minimnya pengawasan dilapangan, kecurangan-kecurangan para sopir baik penampung di km 54 sudah sering terjadi dan cukup lama. Hasil tempungan itu pun akan dijual kebuton tempat stopel kabupaten.siak -riau.
“Sebagai penampung pangkasan cangkang dari mobil sering parkir di km 54 lintas Dayun kerap disebut panggilan SIMAMORA. Mobil pengangkut cangkang itu bukan satu atau dua mobil saja yang melakukan pemangkasan muatan cangkang. Penampung pun membeli hasil kecurangan para sopir, pada hal itu sangat berresiko. Diduga bos pemilik usaha kemungkinan tidak tau hal ini terjadi para ulah sang sopir.
“Disaat awak media mempertanyakan salasatu sopir sering mengangkut cangkang itu berinisial (APJ) kami sering memangkas dan dijual ketempat Simamora, kami setiap hendak kebuton tempat stopel kami tetap singgah disitu, itukan uang masuk kami, jelas bos kami kan tidak tau hal ini, kalau tau bos kami.kami pun hajab lah bang, kalau sudah kami pangkas nanti atau kami jual terus kami siram lah agar beban beratnya sama bang,” Ucap APJ
“Bukan kami aj bang para sopir yang lain juga gitu bang. Kalau sudah disiram menggunakan air kami juga bayar upah nyiram itu bang. Kalau gak disiram pake air tentu timbangannya berkurang bang,” Sambung APJ
dengan ini dimeminta penegasan pihak pemerintahan baik dinas perijinan Serta Kapolres Siak tindak tegas baik APH Setempat untuk menindak prihal tersebut karena prihal tersebut diduga ILEGAL .tindak.
REPORTER: “,INDRASYARIAL,S,”
EDITOR:KUSJAYA






