Pengamat: Dr Herman Hofi Munawar menyoroti kasus tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakam bemtuk ancaman serius yang ditujukan pd semua profesi jurnalis sendiri. Heboh nya kekerasan Ini adalah serangan terhadap pilar-pilar penting dalam masyarakat demokratis.
Kekerasan, baik fisik maupun non-fisik (seperti intimidasi, pelecehan siber), bertujuan untuk menakut-nakuti jurnalis agar tidak melaporkan kebenaran atau mengkritik pihak-pihak tertentu. Jika jurnalis merasa terancam, mereka mungkin akan menahan diri untuk tidak menulis investigasi penting, sehingga informasi yang seharusnya sampai ke publik menjadi terhambat.
Pengamat: Dr Herman Hofi menegaskan ancaman-ancaman hingga dlam bentuk tindak kekerasan pada dasarnya untuk membatasi Akses Publik Terhadap Informasi.
Peran utama jurnalis adalah mencari, mengolah, dan menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Kekerasan terhadap jurnalis secara langsung menghalangi aliran informasi ini. Akibatnya, publik tidak mendapatkan gambaran utuh tentang suatu isu, dan ini dapat merusak kemampuan masyrakat untuk membuat keputusan dalam mehami putusan dalam kenijakan yg buat oleh pemimpin.
Tegasnya bahwa Penomena kekerasan terhadap jurnalis harus dilihat bahwa kekerasan itu bukan hanya ditjujukan terhadap seorang individu jurnalis akan tetapi juga serangan langsung terhadap semua jurnalis dan serangan langsung terhadap hak publik untuk mengetahui dan terhadap fondasi demokrasi yang sehat.
Melindungi jurnalis berarti melindungi hak setiap orang untuk mendapatkan informasi dan menyuarakan pendapat dengan demikian bearti memusuhi jurnalis adalah juga memusuhi masyarakat. oleh karena itu seluruh masyatakat harus memberikan perlindungan dan dukungan terhadap semua jurnalis.
Jurnalis adalah Mata dan Telinga Masyarakat. Jurnalis adalah pihak yang berani masuk ke “sarang lebah” untuk mengungkap kebenaran yang mungkin disembunyikan oleh koruptor, penyalahgunaan kekuasaan, atau ketidakadilan sosial. Tanpa jurnalis yang aman dan berani, informasi krusial yang dibutuhkan masyarakat untuk membuat keputusan yang tepat akan terhambat pungkas Dr. Herman Hofi.(Tim redaksi)
Editor Jul







