Kayong Utara
15/01/2025
Warga dusun Harapan Makmur Desa Banyu Abang dan perusahaan PT KAP, difasilitasi kepala desa, dikantor desa, mengadakan temu ,dengar pendapat yang dihadiri oleh petinggi PT KAP Bpk melsa Setepu, selaku manajer pembantu Spe.Hm.Sapto, selaku Humas PT KAP. Joni Pateh,selaku Agronomi..beserta jajaran kepolisian yang dipimpin Babin kamtibnas Bripka Zulkarnaen,Aiptu,Awan Kurniawan,Bripka iwan felani,Bripka Yudi f,Bripka Sugeng,Bripka Cashanur dan Babinsa Praka Ismunandar.

Kayong Utara
15/01/2025
Warga dusun Harapan Makmur Desa Banyu Abang dan perusahaan PT KAP, difasilitasi kepala desa, dikantor desa, mengadakan temu ,dengar pendapat yang dihadiri oleh petinggi PT KAP Bpk melsa Setepu, selaku manajer pembantu Spe.Hm.Sapto, selaku Humas PT KAP. Joni Pateh,selaku Agronomi..beserta jajaran kepolisian yang dipimpin Babin kamtibnas Bripka Zulkarnaen,Aiptu,Awan Kurniawan,Bripka iwan felani,Bripka Yudi f,Bripka Sugeng,Bripka Cashanur dan Babinsa Praka Ismunandar.

Dialog selaku koordinator warga dipimpin oleh bpk Ali,dan rekan 20.org yg hadir hampir 50 orang,.dimulai sekitaran jam 09.00 s/d 11.30.wib, Alhamdulillah selesai dengan aman dan lancar.Walapun ada sedikit memanas dengan adanya hal yang menjadi tuntutan warga,20% dan bagi hasil dan transparan yang diinginkan warga hanya tetorial belaka.Tidak dapat diputuskan pada saat itu,dengan nada kesal mereka membubarkan diri,dan dikasih waktu tegang sehari, untuk membuka portal,Tegas ketua koordinator Bpk Ali.

Alasan Humas PT KAP Sabto,semua yang diinginkan warga tentunya melalui prosedur dan aturan dan persetujuan dari Pimpinan karena asal muasal perjanjian perusahaan membeli lahan dengan cara beli lepas,tanpa kompensasi dan perjanjian tertulis oleh warga yg menjual,Karena disitu ada tanggung jawab kordinator pembebasan lahan.yang diketuai Bpk Imin selaku ketua BPD,pada masanya.

Masyarakat desa banyu Abang khususnya mengharap kan.Aph yang menaggani hal tersebut, Untuk dapat membatu supaya permasalahan ini tidak berlarut larut.Seperti kasusnya 17 tahun yang lalu,tanpa ada yang keputusan atau sangsi dan tidak hanya ditunggangi oleh kelompok orang yang punya kepentingan dalam mengambil kesempatan serta keuntungan pribadi.Karena dalam hal permasalahan seperti ini sangat lah sensitif,bisa memutuskan tali persaudaraan,memecah belah kan warga, kemiskinan dan gejala sosial seperti pencurian.
Hal ini juga disampaikan oleh Bpk Joni Patah selaku pengamat agronomi yg bertugas disitu, membenarkan sering terjadinya pencurian,Pupuk bahkan sawit.tegasnya pada awak media,saat dikonfirmasi saat itu,ujarnya.

REPORTER: Sumartini

EDITOR:KUSJAYA