Pemda Polewali Mandar Diduga Menjadi Sarang Mafia, Korupsi

Polewali , onewsmedia. co id – Aksi Demo kembali dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar, oleh Mahasiswa dengan Pemuda Anti Korupsi, Kamis, 9 November 2023, di dua titik Aksi, Kantor Bupati dengan Kejaksaan Negri Polewali,

Poto : Kabupaten Polewali

Aksi Menyampaikan pendapat di muka umum ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Masyarakat Kabupaten Polewali Mandar terhadap maraknya dugaan korupsi yang ada di Polewali Mandar yang sangat meresahkan Masyarakat,

zubair, selaku koordinator aksi menyampaikan dalam orasinya berdasarkan data yang kami miliki bahwa APBD yang ditransfer oleh pusat, melalu dana DAK, DAU ditampung di Badan Pengelola Keuangan Daerah yang dekeluarkan ke beberapa instansi terkait sesuai belanja yang dilakukan per triulan, hal inipun telah di sampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, dikarnakan laporan pertanggung jawaban Bupati kepada Legislatif berbeda dengan laporan pertanggung jawaban yang di berikan kepada BPK, namun sampai hari ini belum ada titik terangnya, ada apa dengan KPK padahal suda beberapa kali hadir di Kabupaten Polewali Mandar menyelidiki hingga menyidik namun tidak ada hasil yang dapat di sampaikan kepada masyarakat,

Lanjut, zubair juga menyampaikan bahwa di duga ada kerja sama yang jahat dilakukan oleh DPRD dengan Bupati Polewali Mandar di buktikan dengan dokumen laporan LKPJ Bupati ke DPRD 11M sedangakan laporan pertanggung jawaban keuangan Bupati kepada BPK hanya 2M, di samping itu pula anggaran NAKES sebesar 20M di Tahun 2020 hingga di Tahun 2021 menjadi 93M yang juga di duga sangat nyata korupsinya, itu untuk insentif tenaga kesehatan Covid19 namun sama-sama kita ketahui tenaga kesehatan Covid19 itu hanya menerima insentif sampai pada bulan januari saja di Tahun 2021, selebihnya itu di kemanakan, ditambah lagi pelumas bahan bakar di masa pandemi lebih tinggi di anggarkan sebesar 9M di Tahun 2021 hingga di Tahun 2022 8M sementara kita bandingkan pembelian obat obatan kisarannya hanya 5 sampai 7M,

ditambahkan lagi dana untuk keamanan security setiap OPD yang nilainya belasan juta hingga meliaran dianggarkan, sementara kita ketahui bersama setiap kita memasuki OPD yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, tidak ada itu yang namanya keamanan atau security dan masi banyak lagi yang akan saya sampaikan, kami akan kembali lagi dengan jumlah massa yang lebih besar karna hari ini tidak ada satupun dari Pemda apalagi Bupati yang mau keluar menerima kami, ini menjadi dasar yang sangat kuat bahwa dugaan praktik-praktik korupsi sangat marak di Kabupaten Polewali Mandar, tuntutan kami kepada APH Kejaksaan dan Kepolisian kebenaran harus di buktikan secepatnya karna korupsi itu sangat berpengaruh besar, dampaknya sangat buruk meresahkan masyarakat,” ungkap zubair.

(Hasan)

Red Gugun