ONEWSMEDIA

J A K A R T A

Selain membahas buku alumni, dalam sidang pembuktian tersebut Jokowi turut membawa dan memamerkan langsung seluruh dokumen pendidikan aslinya secara berurutan, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA (SMPP), hingga ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM untuk mematahkan tuduhan dokumen palsu.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), hadir langsung sebagai saksi dan menanggapi barang bukti Buku Album Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1988 yang ditunjukkan oleh tim hukum Roy Suryo.

Kuasa hukum Roy Suryo, Gafur Sangaji, memperlihatkan buku alumni tersebut dan menyoroti kejanggalan penulisan asal sekolah Jokowi. Di dalam buku alumni UGM tertulis bahwa Jokowi lulusan dari SMA 6 Yogyakarta, padahal riwayat pendidikan resminya menyatakan ia lulusan SMA 6 Surakarta.

Pengacara menyoroti bahwa di dalam buku tersebut, nama Joko Widodo tertulis sebagai lulusan dari SMA 6 Yogyakarta. Menanggapi hal tersebut, Jokowi menegaskan di depan majelis hakim bahwa ia baru pertama kali melihat buku album alumni itu dan menyebut perbedaan asal sekolah murni karena kesalahan dari pihak penerbit yang mencetak buku (“Ya itu kan sekali lagi, itu kan yang salah yang mencetak”), sebab riwayat sekolah aslinya adalah di SMA 6 Surakarta.

Di depan majelis hakim, Jokowi Dodo menyatakan bahwa ia baru pertama kali melihat buku tersebut. Menanggapi perbedaan data tersebut, ia menegaskan secara santai bahwa ketidaksesuaian itu murni kesalahan dari pihak penerbit yang mencetak buku, bukan kesalahan dari dirinya.

“Ya itu kan sekali lagi, itu kan yang, yang salah yang mencetak. Yang mencetak bukunya ini siapa? Yang salah itu aja,” ujar Jokowi. Ia juga menambahkan akan meminta revisi andai mengetahuinya sejak lama.

Ada momen menarik terjadi dalam sidang lanjutan tersebut. Roy Suryo terlihat tertawa saat Jokowi menunjukkan ijazahnya di ruang sidang.

Jaksa penuntut umum (JPU) awalnya maju menyerahkan berkas-berkas ijazah milik Jokowi kepada majelis hakim untuk diperiksa. Jokowi, Roy Suryo, dan kuasa hukumnya juga turut maju ke meja hakim untuk divalidasi mengenai ijazah.

Setelahnya, Jokowi meminta izin kepada hakim untuk menunjukkan ijazah SD, SMP, SMA, hingga S1 miliknya kepada publik dan awak media yang hadir di ruang sidang.

Ia kemudian berbalik menghadap pengunjung sidang dan mengangkat ijazahnya tinggi-tinggi satu per satu, mulai dari ijazah SD hingga ijazah sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Roy Suryo yang berdiri di sebelahnya tampak tertawa sambil melihat apa yang dilakukan Jokowi.

Usai persidangan, Roy justru menyebut ijazah yang diangkat Jokowi itu palsu. Ia mengaku tertawa saat melihat dokumen tersebut karena menilai ada perbedaan dengan ijazah Jokowi yang ia ketahui.

Kontributor Jakarta