Masyarakat beramai-Ramai Menyalakan Aksi Seribu lilin untuk Menggenang Almarhum (YESA) Digedung lama paroki Di.desa kelurahan Kecamatan Sandai kota

Ketapang KALBAR , onewsmedia.coid – Berdasarkan investigasi Awak Media pada hari Senin malam Selasa (27-11-2023), Masyarakat Sandai maupun yang dari luar Sandai beramai-ramai mendatangi gedung lama yang terletak di Desa kelurahan kec.Sandai kota , dengan Tema menyalakan seribu lilin untuk Menggenang Almarhum (YESA), dan seluruh masyarakat yang datang dengan mendonasikan atau memberikan bantuan dalam bentuk sumbangan untuk keluarga almarhum.

Dalam kegiatan acara tersebut turut serta dihadiri,Wakil ketua (DAD) dewan adat daerah Sandai, Bapak AJEN sinoliga Ia menyampaikan,kepada Awak media Seperti nya banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak wajar terhadap meninggalnya korban Almarhum yang bernama (YESA),kami ingin kasus ini diusut dengan tuntas oleh pihak (APH) atau aparat penegak Hukum supaya ada keadilan serta penanganan kasus ini untuk diungkap dengan seterang-terangnya,agar ke depan tidak terjadi lagi kekerasan terhadap anak-anak dibawah umur anak adopsi maupun anak kandung,dan jangan sampai ada lagi yesa-yesa berikutnya,”Tegas wakil ketua DAD sandai.

dihadiri relawan yayasan kecamatan Sandai peduli bapak Uti Fahrul,beliau mengatakan kepada Awak media mohon kepada pemerintah daerah kabupaten maupun propinsi atau dari pemerintah pusat sekalipun,berharap agar kasus ini diusut Serta diungkap secara terang benderang,tuntas dan secara adil,agar jangan sampai ada intervensi dari pihak manapun,”katanya.

Turut serta juga dihadiri perwakilan dari keluarga almarhum Husen, bertempat tinggal di’kecamatan simpang hulu/balai bekuak kabupaten Ketapang provinsi KALBAR.

Ia menyampaikan kepada Awak media sangat menyayangkan anak kami putri kami almarhum yang bernama (YESA) yang Kami titipkan kepada orang tua angkatnya yang ber’inisial (AK) bertempat tinggal disandai.

Mengapa anak kami putri kami yang bernama (YESA) yang kami amanahkan dan titipkan kepada orang tua angkatnya tidak dipelihara dirawat serta dijaga dengan baik sehingga sampai lalai dan terjadi hal-hal yang menyebabkan putri kami meninggal,”katanya.

“meninggalnya anak kami pun menurut kami, dalam keadaan yang tidak wajar.”

Harapan kami selaku perwakilan dari keluarga,maupun dari seluruh element masyarakat yang hadir dalam acara menyalakan aksi seribu lilin untuk menggenang anak kami putri kami almarhum (YESA) mohon kepada (APH) aparat penegak hukum atau kepada aparat yang berwenang untuk mengawal mengusut serta mengupas tuntas kasus ini supaya ada keadilan terhadap korban,” tambahnya.

“Agar ke depan ada efek jera memberikan hukuman yang setimpal,kepada setiap para pelakunya supaya tidak terjadi terulang lagi kejadian yang sama kekerasan terhadap anak-anak dibawah umur,”tutup keluarga korban.

Reporter:KUSJAYA

Editor : Gugun