CISARUA | KABUPATEN BOGOR

Kasus dugaan keracunan massal terjadi setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

103 siswa SMPN 2 Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi paket menu MBG dan susu kemasan UHT.

Diduga yang memicu gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah. Para korban segera dilarikan ke RSPG Cisarua untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pemerintah Kabupaten Bogor menanggung seluruh biaya pengobatan, sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang yang memasok makanan tersebut telah dihentikan sementara (suspend) selama 20 hari untuk evaluasi total. Sampel makanan dan susu saat ini sedang diuji di Labkesda untuk memastikan penyebab pastinya.

Ilustrasi gambar dugaan korban keracunan mbg siswa siswi smpn 02 cisarua kabupaten bogor

 

Bupati Bogor Rudy menjelaskan, sejumlah siswa mendapatkan infus untuk mencegah dehidrasi sekaligus memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama menjalani perawatan.

Sebelum dipulangkan, seluruh siswa akan diperiksa untuk memastikan kondisi mereka stabil. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan, puskesmas, dan RSUD Cisarua juga akan melakukan pemantauan langsung ke rumah siswa yang terindikasi mengalami keracunan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa benar-benar pulih setelah mendapatkan penanganan medis.

Terkait penyebab kejadian tersebut, Rudy menegaskan bahwa pemerintah belum dapat memastikan sumber dugaan keracunan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Menurut Rudy, kewenangan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada pada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor berfokus memastikan para siswa mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan.

“Kalau bicara SPPG, tentu kewenangannya ada di Badan Gizi Nasional (BGN). Kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor bertugas memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” jelasnya.

Pihak BGN dan SPPG juga turut mendampingi para siswa selama menjalani penanganan medis di RSUD Cisarua.

Kontributor Bogor