Pontianak, onewsmedia.co id — Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pontianak Raya menggelar kegiatan Kopi Darat (Kopdar) yang dihadiri oleh berbagai narasumber, termasuk anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Golkar, Bebby Nailufa SE, MSi, serta Syarief Melvin Mahmud Alqadrie. Acara yang berlangsung di Aming Coffee, Jalan Uray Bawadi Pontianak ini juga dihadiri oleh para milenial dan mahasiswa,(3 Juli 2024).
Dalam kesempatan tersebut, Bebby Nailufa menyampaikan pentingnya penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika diwawancarai oleh awak media, Bebby mengatakan bahwa toleransi itu mudah diterapkan jika kita benar-benar memahami maknanya dan menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Toleransi itu bukan soal suku atau agama saja, tetapi harus diterapkan dalam segala hal—bekerja, sekolah, dan lainnya. Contoh sederhana adalah kasus bowling, di mana ada individu yang tidak menghormati aturan dan itu menunjukkan kurangnya toleransi. Hal-hal seperti ini yang harus kita suarakan bersama di Kota Pontianak,” ujar Bebby.
Bebby juga menekankan bahwa komitmen terhadap toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan. “Jika ini menjadi slogan, mungkin tidak, Insya Allah ini menjadi komitmen nyata dengan adanya pemahaman dari kawan-kawan mahasiswa. Ini kan menambah wawasan bahwa toleransi harus diperjuangkan dari lingkungan terkecil,” tambahnya.
Dalam era digital, Bebby melihat bahwa media sosial dapat menjadi platform untuk menunjukkan toleransi. “Di media sosial, tidak ada perbedaan antara selegram atau oposisi, semuanya bisa bersuara. Tapi dalam kenyataannya, kita harus terus memperjuangkan toleransi, meskipun hal kecil seperti menghormati orang yang tidak merokok,” kata Bebby.
Sebagai politisi, Bebby menyatakan bahwa dirinya telah menerapkan toleransi dalam partainya. “Hal-hal kecil saja kadang sulit diterapkan, apalagi hal besar. Tetapi, di partai saya, toleransi sudah menjadi bagian dari komitmen kami, dan tidak ada ruang untuk intoleransi,” jelas Bebby.
Acara Kopdar ini menjadi wadah bagi para mahasiswa dan milenial untuk memahami dan mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan mereka, baik dalam lingkungan kecil maupun dalam skala yang lebih besar.
(Ns : M. Supandi)
Red/Gugun







