KETAPANG, Polda Kalbar – Pagelaran Seni Budaya Melayu Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., bertempat di Pentas Seni Balai Sungai Kedang, Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Mengusung tema “Takkan Melayu Hilang di Bumi, Menjunjung Marwah, Mengikat Persaudaraan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat, (07/11/2026).

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pagelaran Seni Budaya Melayu Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan pelestarian budaya seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persatuan masyarakat. “Budaya merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda,” ungkap Kapolres.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati Jamhuri Amir, Ketua DPRD Ketapang H. Achmad Sholeh, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Ir. H. Prabasa Anantatur, Kapolres Ketapang, perwakilan Danlanal dan Dandim 1203 Ketapang, perwakilan Kajari Ketapang, Sekda Ketapang Repalianto, Ketua DPP Adat Melayu Provinsi Kalimantan Barat Prof. Dr. H. Chairil Effendy, serta Ketua DPD MABM Kabupaten Ketapang H. Irvan Marsyad, bersama unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPP Adat Melayu Provinsi Kalimantan Barat Prof. Dr. H. Chairil Effendy menyampaikan bahwa pelestarian adat istiadat dan seni budaya Melayu merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya dengan tetap menghormati keberagaman suku, agama, dan budaya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara organisasi adat dan pemerintah daerah dalam memajukan kebudayaan Melayu di Kabupaten Ketapang.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama juga menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang harus dijaga untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai. “Polri mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya dan penguatan persatuan. Kami berharap generasi muda dapat terus mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan akar budaya di tengah perkembangan zaman dan teknologi. Ia berharap pagelaran ini dapat menjadi ruang kreativitas bagi para seniman dan pelaku budaya, sekaligus sarana edukasi, promosi pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Ketapang, dengan harapan seni dan budaya Melayu terus berkembang dan menjadi perekat persaudaraan masyarakat Kabupaten Ketapang.

Sumber:Humas Polres Ketapang

EDITOR:Kusjaya