Sejarah baru tercipta di Bumi Khatulistiwa. Nama Ria Norsan kini resmi tercatat sebagai Gubernur Kalimantan Barat periode 2025–2030. Di balik jabatannya yang mentereng, tersimpan kisah perjuangan seorang anak prajurit yang berhasil membuktikan bahwa garis keturunan sederhana bukanlah penghalang untuk menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di daerah.

Kekuatan dari Kesederhanaan
Lahir pada 17 Desember 1967, Ria Norsan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang jauh dari kemewahan. Ayahnya adalah seorang tentara berpangkat Kopral, sebuah pangkat yang mengajarkannya tentang disiplin, kesetiaan, dan kerja keras sejak dini. Menariknya, Norsan lahir dari perpaduan latar belakang yang mencerminkan keberagaman Kalbar; sang ibu merupakan keturunan Tionghoa, menjadikannya sosok yang secara alami memahami harmoni dalam kemajemukan.

Didikan masa kecil yang bersahaja inilah yang membentuk karakter Norsan menjadi pemimpin yang dikenal egaliter dan mudah membaur dengan masyarakat kecil.

Matang di Birokrasi: Dari Mempawah ke Provinsi
Langkah Norsan di dunia pemerintahan bukan didapat secara instan. Ia meniti karier dari bawah, dimulai dengan menjabat sebagai Bupati Mempawah selama dua periode (2009–2018). Keberhasilannya menata Mempawah membawanya naik kelas ke tingkat provinsi sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat (2018–2023).

Kepemimpinannya semakin lengkap dengan kehadiran sang istri, Erlina, yang juga merupakan seorang pemimpin tangguh. Saat ini, Erlina menjabat sebagai Bupati Mempawah, menciptakan harmoni kepemimpinan yang unik—suami di tingkat provinsi dan istri di tingkat kabupaten—yang keduanya berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

Keberanian Melawan Arus Politik
Puncak ujian kepemimpinan Norsan terjadi pada Pilgub Kalbar 2024. Melalui langkah yang tergolong berani, ia memilih maju sebagai calon gubernur meskipun harus merelakan posisinya di partai lama. Norsan memilih untuk “mendengar suara rakyat” daripada sekadar mengikuti instruksi birokrasi partai.

Diusung oleh koalisi PDI-P, Hanura, dan PPP, Norsan yang berpasangan dengan Krisantus Kurniawan berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan suara yang signifikan. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa publik Kalbar mendambakan sosok yang berani mengambil risiko demi kemajuan daerah.

Menuju Kalbar yang Lebih Maju
Kini, sebagai Gubernur definitif sejak pelantikan pada 20 Februari 2025, Ria Norsan memikul harapan besar. Langkah politik terbarunya dengan bergabung ke Partai Gerindra di bawah pimpinan nasional Ahmad Muzani, semakin memperkuat posisinya dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat.

Dari rumah seorang Kopral menuju Balai Kadatun, Ria Norsan telah membuktikan bahwa dengan integritas dan keberanian, seorang anak desa mampu menjadi “Nakhoda” yang membawa kapal besar bernama Kalimantan Barat menuju pelabuhan kesejahteraan.(Tim redaksi)

Editor Jul