Bengkayang, 30 Mei 2025 – Sebuah video kekerasan terhadap jurnalis kembali menghebohkan publik. Insiden yang terjadi di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis, 29 Mei 2025, memperlihatkan seorang jurnalis lokal bernama Stepaus dipukul secara tiba-tiba oleh seorang pria yang diketahui bernama Marselinus. Tak hanya itu, pelaku juga mengancam akan menembak korban.
Peristiwa itu terjadi saat Stepaus tengah menjalankan tugas jurnalistik. Menurut keterangan korban, pelaku menghampirinya tanpa memberi penjelasan, lalu langsung melayangkan pukulan dan ancaman.
“Saya sedang meliput seperti biasa. Tiba-tiba dia datang, langsung memukul saya dan mengancam akan menembak. Saya tidak tahu apa alasannya,” ujar Stepaus.
Video kejadian ini kemudian viral di media sosial, memicu gelombang kecaman dari publik dan komunitas jurnalis. Tindakan kekerasan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata intimidasi terhadap kebebasan pers.
Korban telah melaporkan insiden ini ke pihak berwajib. Saat ini, laporan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian dan tengah diproses untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami sudah buat laporan ke polisi. Saya berharap aparat bisa segera bertindak,” tambah Stepaus.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi kepada media. Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan unit Reskrim Polres Bengkayang.
Organisasi jurnalis seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) turut menyuarakan keprihatinan dan menyerukan penegakan hukum terhadap pelaku.
“Kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran terhadap demokrasi dan kebebasan pers. Kami mendesak aparat untuk bertindak cepat dan tegas,” kata seorang perwakilan AJI Kalimantan Barat dalam pernyataan tertulis.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap jurnalis di lapangan masih sangat rentan. Komunitas pers menuntut agar pelaku kekerasan tidak hanya diberi sanksi hukum, tetapi juga menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.(Tim redaksi)
Editor Jul







