Meliau, Kalimantan Barat- Bulan Mei 2025, kami melewati Jembatan Kuala Buayan, yang pondasinya longsor serta baot besi banyak yang lepas seharusnya pada akhir bulan Maret 2025, sudah selesai di perbaiki oleh kontraktor CV.PILAR CAHAYA ABADI ternyata bulan Mei 2025, belum kunjung ada perbaikan, oleh oknum kontraktor tersebut.

Sewaktu kami mempertanyakan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, S.T, M.T, beliau menyatakan dana pembangunan ada yang di tahan atau belum di bayarkan pada kontraktor CV Pilar Cahaya Abadi sebesar kurang lebih Rp 500.000.000 ( Lima Ratus Juta Rupiah ) itu akan di bayarkan apabila ada penyelesaian pekerjaan pondasi jembatan yang longsor dan rusak tersebut oleh kontraktor CV Pilar Cahaya Abadi, seharusnya pekerjaan perbaikan tersebut sudah di lakukan.

Sampai dengan berita ini kita tayangkan banyak pertanyaan dari masyarakat pengguna jembatan Kuala Buayan tersebut yang bertanya kenapa belum ada perbaikan dari pihak kontraktor atau pihak yang punya kewenangan, dengan maksud masyarakat agar rusaknya tidak semakin parah, jangan seolah-olah ada pembiaran , sedangkan biaya pembangunan jembatan tersebut juga cukup besar total semua memakan biaya Rp 8.000.000.000 ( Delapan Milliar Rupiah ), ini adalah uang kita rakyat Indonesia secara khusus rakyat yang berada di kabupaten Sanggau, maka masyarakat sangat berharap agar segera ada perbaikan Jembatan Kuala Buayan, Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Apabila tidak ada perbaikan maka kami berharap ada tindakan nyata serta audit pelaksanaan proyek tersebut oleh pihak yang berwenang, sehingga dapat di berikan fanishmant pada oknum- oknum yang terlibat, itulah seruan kita bersama untuk kebaikan kita bersama, jangan ada pembiaran. 10/05/2025
( Red. Paulus D)

Editor Jul