Sanggau, Kalimantan Barat, awak media menggoreskan renungan malam yang indah, tentang Indonesiaku, tentang negeriku, tentang anak dan cucuku yang ke depan melanjutkan Masa depan negara ini. Apakah masih bisa mampu bertahan nama Indonesia Raya. Itulah perasaan yang hadir muncul menghampiri kami- kami anak bangsa yang inginkan Indonesia ini tetap bertahan selamanya tetap.ada nama Indonesia yang bagus , harum, dan mensejahterakan rakyatnya, semua ikut menikmati hasil kemerdekaan, bukanlah hanya di nikmati sekelompok kaum penguasa saja seperti selama ini.
Akar permasalahan di negara Indonesia yang menghambat pencapaian kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya adalah penyakit dengan nama virusnya ” KORUPSI ” jika memang dari Presiden dan semua pejabat yang ada di bawahnya eksekutif, legislatif dan yudikatif, semuanya serius untuk Indonesia terbebas dari penyakit ” KORUPSI” sebenarnya tak begitu susah, cukup hanya di tangan seorang kepala negara Republik Indonesia yaitu ” PRESIDEN ” Republik Indonesia.
Keraguan kami anak bangsa atas pemberantasan korupsi di Indonesia sebenarnya harusnya sudah terjawab sejak lama, dari Presiden- Presiden yang terdahulu. Tetapi selama ini di anggap sulit.
Kekayaan para pejabat yang korupsi harus di rampas habis di buat jadi miskin kembalikan pada negara, tak perlu hukuman mati, itu merupakan salah satu resep obat yang herbal dan yakin bisa sembuh.
Kenapa sulit undang- undang perampasan aset tindak pidana korupsi untuk di sahkan oleh anggota DPR- RI yang anggotanya 560 orang tersebut, ya pasti sulit dan pasti tidak mau.
Kenapa para aktivis masyarakat berjilid- jilid melakukan demontrasi hanya dengan satu kalimat agar undang- undang perampasan aset tindak pidana korupsi di sahkan oleh DPR- RI, hanya membuang waktu, buang biaya, dan tenaga, buang muka nampak jelas Indonesia negara yang di huni oleh para pejabat yang berjiwa korupsi paling besar di dunia ini, pantasan rakyatnya tetap miskin , hasil alam yang berlimpah di kuras besar2an untuk kemakmuran sekelompok kaum penguasa.
Cukup hanya seorang Presiden Republik Indonesia jika mau, untuk melawan anggota DPR- RI 560 orang tersebut, jika Anda Presiden Republik Indonesia ” Berani ” berjiwa kesatria.
Apa itu…….?
Presiden Republik Indonesia menerbitkan PERPU Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi.
Maka lembaga Yudikatif wajib melakukan pelaksanaan secara baik, jika yudikatif korupsi jika wajib di sikat habis. Masih ada Dasar lain yaitu UU No 7 Tahun 2006, yaitu hasil ratifikasi konvensi PBB melawan korupsi , itu sudah ada undang- undang Presiden Republik Indonesia hanya tinggal buat Peraturan Pemerintah ( PP).
Kita warga negara yang masih optimis Indonesia bisa bangun dari keterpurukan penyakit KORUPSI , maka Presiden Republik Indonesia Periode tahun 2024 – 2029, Prabowo Subianto dapat menjadi panglima pemberantasan korupsi di negara Republik Indonesia yang sudah penyakit kronis kanker stadium 4. Siapapun yang korupsi sikat dan habisi, rampas asetnya kembalikan pada negara Republik Indonesia, dimanapun dia berada di kejar terus sampai dapat, maling- maling uang kekayaan negara Indonesia selama ini hidup bermewah- mewah, rakyatnya miskin , melarat dan sengsara .
Kembalikan aset kekayaan negara yang sudah di korupsi oleh koruptor, ” BUKTIKAN PELAKSANAAN ” itu yang kami rakyat minta pada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Percayalah jika kita berharap pada anggota DPR- RI yang anggotanya 560 orang tersebut, sampai kapanpun tak akan di sahkan , mereka tidak Sudi, untuk mengesahkannya undang- undang perampasan aset tindak pidana korupsi. Kenapa jawabannya karena ini di dorong dari rasa kebersamaan, berjiwa gotong – royong yang tinggi dari semua anggota DPR – RI . Jiwa gotong- royong ini sudah terbentuk dari sejak sekolah dasar yaitu hidup bekerjasama dan saling membantu, kembangkan jiwa gotong – royong dan semangat kekeluargaan.
Anggota DPR- RI melihat, mengetahui dan merasakan apa rasa gotong- royong tersebut perlu tetap di taati dan di patuhi untuk bersama- sama menguras kekayaan negara Indonesia hanya untuk kelompok dari kaum yang berkuasa saja. Rakyat banyak biarlah tetap miskin, menderita, melarat, hidup segan matipun tetap sengsara.
Sumber pemikiran dari awak media menggali pengetahuan, pendapat para orang bijak yang masih cukup bersih di Indonesia Ini, seperti Pak Ahok, Pak Mahpud MD, Antasari Azhar, dan yang lainnya. Selasa 21 Januari 2025
( Jurnalis : Paulus.D )
Editor Jul







